Sabtu, 10 Juni 2017

TEORI STRUKTURALISME GENETIK

ANALISIS CERPEN “JANGAN KE ISTANA, ANAKKU” MENGGUNAKAN TEORI STRUKTURALISME GENETIK

Dosen pengampu: Dr. M. Shoim Anwar
Mata Kuliah: Teori Sastra





Oleh:
Zahrotul Widad (165200046)
PBSI/2016-B



PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA
SURABAYA
2017









LANDASAN TEORI
Strukturalisme genetik

Strukturalisme genetic dikembangkan atas dasar penolakan terhadap analisis strukturalisme murni, analisis terhadap unsur-unsur intrinsik. Baik strukturalisme genetik atau dinamik juga menolak peranan bahasa sastra sebagai bahasa yang khas, bahasa sastra. Strukturalisme genetik ditemukan oleh Lucien Goldmann, seorang filsuf dan sosiolog Rumania-Perancis. Strukturalisme genetik memiliki impllikasi yang lebih luas dalam kaitannya dengan perkembangan ilmu-ilmu kemanusiaan pada umumnya. 
Pandangan dunia merupakan masalah pokok dalam strukturalisme genetik. Homologi, kelas-kelas sosial, strukturalisme bermakna, dan subjek transindividual diarahkan pada totalitas pemahaman yang dianggap sebagai kesimpulan suatu penelitian. Secara metodologis, dalam strukturalisme genetik Goldmann menyarankan untuk menganalisis karya sastra yang besar, bahkan suprakarya. Secara definitive strukturalisme genetik harus menjelaskan struktur dan asal-usul struktur itu sendiri, dengan memperhatikan relevansi konsep homologi, kelas sosial, subjek transindividual, dan pandangan dunia.




PEMBAHASAN

1.      Struktur Cerpen
Tokoh manusia yang diteliti di dalam cerpen meliputi: Tokoh “Aku”, Dewi, istri Aku (Trihayu), Baginda, Permaisuri, putri Raja, Abdi istana, Ibunda Baginda, penjaga istana.
Lingkungan alam: lingkungan istana dan gubuk (rumah) tempat anak “aku” tinggal.
Lingkungan sosial: golongan atas (kerajaan), keluarga tempat tinggal anak dari tokoh“Aku” dibesarkan.
Lingkungan kultural: tanah kerajaan, pedesaan.

2.      Pandangan Dunia Pengarang
Pengarang mengekspresikan pandangan dunianya di dalam cerpen Jangan ke Istana, Anakku, mewakili seorang tokoh. Cerpen ini menggambarkan pandangan dunia pengarang yang tertindas, tidak berdaya, dan hidup dalam tekanan. Tokoh “Aku” sebagai seseorang dari kelas sosial bawah yang tidak dapat bertindak untuk menyelamatkan dirinya atau keluarganya dari kekuasaan para penghuni istana.

“Siapa pun bisa merasakan perihnya. Ketika istriku hamil muda, istana menjatuhkan telunjuknya. Aku diwajibkan menjadi penjaga. Istriku menangis karena harus dipisah. Kami sama-sama tak berdaya.” (Anwar. 2017:55)

“Trihayu, istriku tercinta, lenyap ditelan istana. Bertahun-tahun taka da yang tahu kelebatnya.” (Anwar. 2017:57)

“Anakku dibawa masuk keruang istana. Berjalan mendekati teras, …. Mengapa aku, istriku, dan anak kesayanganku, semuanya diganyang oleh istana…” (Anwar. 2017:60)
Kalimat tersebut mengandung konsep pandangan dunia. Di dalamnya terkandung pandangan penulis yang mewakili sosok “aku” yang hidup dalam tekanan kerajaan dan seluruh anggota keluarganya pun lenyap di dalam istana, ia dijadikan penjaga dan istri serta anaknya lenyap di dalam istana. Penulis menyampaikan apa yang dirasakan tokoh aku yang sebenarnya sangat menderita selama hidupnya karena orang-orang yang dicintainya telah direnggut darinya begitupula dengan hak-haknya untuk hidup dengan bebas. Ia tidak bisa melawan, karena jika melawan maka nyawa taruhannya.

3.      Struktur Sosial
Struktur sosial merupakan bagian dari analisis selain struktur cerpen dan pandangan dunia. Berdarkan isi dari dari cerpen “Jangan ke Istana, Anakku” terdapat struktur sosial. Di dalam beberapa kegiatan yang dilakukan tokoh ada kegiatan sosial, pelakunya orang banyak yang tercakup pada satu komunitas tertentu. Hal ini mengacu pada Sujek Kolektif yang berarti para tokoh merupakan anggota pada kumpulan atau komunitas yang diceritakan dalam cerpen.
Contoh pada kutipan di bawah ini :
“… baginda dan permaisuri mendengarkan kicauannya di teras, sambil menyeruput kopi dengan aroma dupa dari ruang sesaji. Para penjaga bersiap waspada di tiap pojok istana. Sesekali putri kecilnya muncul juga ke teras, dibelai halus oleh baginda. Tapi sang abdi, dengan sikap membungkuk-bungkuk kayak kura-kura, segera mengajak kembali ke taman keputrian.” (Anwar. 2017:54)
“keluarga istana memang berkuasa tanpa batas. Tempat-tempat penting telah dimilikinya dengan berbagai cara. Harta dan nyawa, bumi dan air, dan seluruh kekayaan di dalamnya tak ubahnya milik istana. Penduduk yang menolak pasti akan raib diganyang para begundal.” (Anwar. 2017:55)

Kutipan kalimat diatas menunjukan struktur sosial, karena menggambarkan sebuah kumpulan orang-orang dari ras yang berbeda, yaitu ras atas (keluarga kerajaan) yang sudah dikenal dan memiliki kekuasaan dan ras bawah (penduduk desa). Dimana para keluarga kerajaan (keluarga istana) memiliki kekuasaan penuh terhadap desa tempat kekuasaannya. Para penduduk dirampas hak-nya, kebebasan, dan juga kebahagiaan mereka telah direnggut. Mereka tidak memiliki kekuatan untuk melawan karena jika melawan maka nyawa mereka akan lenyap.



Berdasarkan isi dari Cerpen “Jangan ke Istana, Anakku” karya M. Shoim Anwar dapat diambil pemahaman dari pembahasan diatas yaitu :
Dari struktur cerpen, pandangan dunia pengarang, dan struktur sosial,  dapat diambil pemahaman bahwa tokoh “Aku” digambarkan oleh pengarang sebagai seorang yang benar-benar tertindas, seseorang yang tidak dapat melakukan perlawanan atas perlakuan para petinggi istana terhadap seluruh anggota keluarganya. Kebahagiaan yang menjadi hak nya telah direnggut oleh keluarga istana. Bukan hanya tokoh “aku” yang mengalami penindasan, para penduduk desa wilayah kekuasaan istana pun juga tak luput dari para petinggi istana, para penduduk desa juga mengalami hal yang sama seperti yang dialami tokoh aku.




DAFTAR PUSTAKA


Anwar, M. Shoim. 2017. Tahi Lalat di Dada Istri Pak Lurah. Lamongan:
Pustaka Ilalang.

Kutha Ratna, Nyoman. 2013. Teori, Metode, Dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

M.2 Teks Laporan Hasil Observasi

Teks 1: Kunang-Kunang Kunang-kunang merupakan jenis serangga yang dapat mengeluarkan cahaya yang jelas terlihat saat malam hari. Cahaya in...